Welcome to my blog, hope you enjoy reading :)
RSS

Monday, September 17, 2012

Api dan Air




Telepon yang malang :D

Tadi sore, salah seorang teman kantorku yang bernama Chika sedang ditelepon oleh seorang peserta suatu event yang sedang dihandle oleh Chika. 

Di event tersebut, para peserta boleh memilih produk yang ingin mereka ikuti. Namun jika suatu produk telah penuh, peserta harus memilih produk yang lain.

Peserta yang menelpon Chika ini adalah seorang ibu-ibu. Darimana aku tahu? Karena suaranya besar sekali. Dan saat menerima telepon, Chika sedang berada di sampingku.

"Saya mau pilih produk A!" Kata si ibu.

"Maaf, Bu, tapi produk A sudah penuh, ibu boleh memilih produk lain. Ada B, C, dan D." Kata Chika sopan.

"Tapi saya mau yang A!" Suara si ibu meninggi. Terdengar sekali dari telepon.

Aku menahan napas dan memandang ke arah Chika. Guess what? Ternyata satu ruangan langsung hening dan semua memandangi Chika! Ya ampun, suara ibu itu besar sekali ya? (O.o)

Chika mengulangi penjelasannya lagi, dengan kesopanan yang sama.

Menghebohkan, si ibu malah marah-marah. Dia kekeh mau produk A. Sepanjang kemarahannya. Chika menjauhkan gagang telepon sambil memandang ke arahku yang sedang bengong. Chika tampak bingung. Semua mata memandangi gagang telepon yang berbicara sendiri dengan suara keras, cepat, dan panjang.

Penasaran, aku ambil gagang telepon dan menempelkannya di telingaku.

"Gimana sih?? Harusnya kan.. Bla bla bla.. Saya kan dari luar kota, datang dari jauh, kenapa ngga yang di dalam kota saja yang mengalah.. Bla bla bla..!"

Dan aku langsung menjauhkan gagang telepon dari telingaku. Ini si ibu mau ikut event atau mau curhat sih?

Beberapa teman kantor sudah emosi. Kalau si ibu tiba-tiba ada di ruangan, ngga kebayang deh gimana dia akan habis oleh teman-teman satu ruanganku yang amat solid (oke, kata-kata ini berlebihan ;p).

Kalau aku jadi Chika juga aku pasti marah. But guess what? 

Chika tetap tersenyum dan melayani kemarahan si ibu dengan nada ramah, walaupun dicampur dengan nada bingung harus bagaimana menghadapi keinginan ibu itu.

Aku tambah bengong. Saat ini campur kagum. Bukan karena manajemen diri yang baik yang dimiliki oleh Chika, namun sifat dari dalam dirinya yang memang halus. Menghadapi kemarahan seseorang dengan sikap kebalikannya. Hingga kemarahan ibu tersebut reda dan ia pun dapat tertawa bersama Chika.

Hebat, Chika ^^ Tampaknya aku mendapat pelajaran darimu hari ini. Bahwa hal seperti api hanya bisa padam jika disiram oleh air. Thanks a lot, Chika ;)


Love and Peace,
-MoNa-

6 CommentsChronological   Reverse   Threaded
trewelu wrote on Nov 4, '10
wow!
anotherorion wrote on Nov 4, '10
salut mbak mona tetap dingin disituasi yang panas
mooncatz wrote on Nov 5, '10
trewelu said
wow!
keren ya Chika ^^ harus belajar seperti dia nih..
mooncatz wrote on Nov 5, '10
salut mbak mona tetap dingin disituasi yang panas
salutna sama Chika, Yo :D
mfanies wrote on Nov 8, '10
teknik yg hebat mon.....mohon diturunkan ilmunya :D
mooncatz wrote on Nov 15, '10
mfanies said
teknik yg hebat mon.....mohon diturunkan ilmunya :D
silahkan tanya ke Chika :D

 
 
Posted on MP: 4 Nov 2010
 
 

0 comments:

Post a Comment