Welcome to my blog, hope you enjoy reading :)
RSS

Wednesday, September 5, 2012

Mengapa Wanita Mudah Menangis?





Satu lagi tulisan yang dishare oleh temanku ^^ Hanya untuk pengingat diri dan sharing kembali.

-----------

Assalamualaikum...

Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bertanya pada ibunya. "Ibu, mengapa Ibu menangis?". Ibunya menjawab, "Sebab aku wanita". "Aku tak mengerti" kata si anak lagi. Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat. "Nak, kamu memang tak akan pernah mengerti...."

Mengapa Wanita Mudah Menangis?

Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bertanya pada ibunya. "Ibu, mengapa Ibu menangis?". Ibunya menjawab, "Sebab aku wanita". "Aku tak mengerti" kata si anak lagi. Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat. "Nak, kamu memang tak akan pernah mengerti...."

Kemudian anak itu bertanya pada ayahnya. "Ayah, mengapa Ibu menangis?, Ibu menangis tanpa sebab yang jelas". sang ayah menjawab, "Semua wanita memang sering menangis tanpa alasan". Hanya itu jawaban yang bisa diberikan ayahnya.

Sampai kemudian si anak itu tumbuh menjadi remaja, ia tetap bertanya-tanya, mengapa wanita menangis. Hingga pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan, "Ya Allah, mengapa wanita mudah sekali menangis?"

Dalam mimpinya ia merasa seolah Tuhan menjawab, "Saat Kuciptakan wanita, Aku membuatnya menjadi sangat utama. Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, walaupun juga bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur.

Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan dan mengeluarkan bayi dari rahimnya, walau kerap berulangkali ia menerima cerca dari anaknya itu. Kuberikan keperkasaan yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah saat semua orang sudah putus asa.

Kepada wanita, Kuberikan kesabaran untuk merawat keluarganya walau letih, walau sakit, walau lelah, tanpa berkeluh kesah. Kuberikan wanita, perasaan peka dan kasih sayang untuk mencintai semua anaknya dalam kondisi dan situasi apapun. Walau acapkali anak-anaknya itu melukai perasaan dan hatinya. Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada bayi-bayi yang mengantuk menahan lelap. Sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan saat didekap dengan lembut olehnya.

Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya melalui masa-masa sulit dan menjadi pelindung baginya. Sebab bukannya tulang rusuk yang melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak.

Kuberikan kepadanya kebijaksanaan dan kemampuan untuk memberikan pengertian dan menyadarkan bahwa suami yang baik adalah yang tak pernah melukai istrinya. Walau seringkali pula kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada suami agar tetap berdiri sejajar, saling melengkapi dan saling menyayangi.

Dan akhirnya Kuberikan ia air mata agar dapat mencurahkan perasaannya. Inilah yang khusus Kuberikan kepada wanita, agar dapat digunakan kapan pun ia inginkan. Hanya inilah kelemahan yang dimiliki wanita, walaupun sebenarnya air mata ini adalah air mata kehidupan". (Zuriati Ibrahim)

Allahu a'lam
Wassalamualaikum.

-----------

Love and Peace,
-MoNa-


4 CommentsChronological   Reverse   Threaded
malambulanbiru wrote on Jun 8, '10
suka...
btw, menangis itu melegakan perasaan :)
mooncatz wrote on Jun 8, '10
menangis itu melegakan perasaan :)
iya mbak ^^ sangat melegakan, plus melembutkan hati ^^
genkeis wrote on Jun 8, '10
tulisan ini terkesan ada hikmahnya, padahal sebetulnya tulisan ini merusak akidah...

referensi kita tentang alam gaib (Tuhan, proses penciptaan, dll) adalah hanya dari quran dan sunnah, sedang cerita ini ngga dikenal di kedua sumber tersebut..

jadi, lebih baik dihindari sharing cerita2 yang mengatakan bahwa "Tuhan berkata demikian-demikian dan demikian" padahal sebetulnya Dia tidak benar2 mengatakan hal yg demikian... hati2, kita bisa jadi berbohong dengan mengatasnamakan Tuhan (minimal membantu penyebaran kebohongan itu)
mooncatz wrote on Jun 8, '10
genkeis said
tulisan ini terkesan ada hikmahnya, padahal sebetulnya tulisan ini merusak akidah...

referensi kita tentang alam gaib (Tuhan, proses penciptaan, dll) adalah hanya dari quran dan sunnah, sedang cerita ini ngga dikenal di kedua sumber tersebut..

jadi, lebih baik dihindari sharing cerita2 yang mengatakan bahwa "Tuhan berkata demikian-demikian dan demikian" padahal sebetulnya Dia tidak benar2 mengatakan hal yg demikian... hati2, kita bisa jadi berbohong dengan mengatasnamakan Tuhan (minimal membantu penyebaran kebohongan itu)
oh begitu ya.. ini memang cuma cerita sih.. thanks buat masukanna yaa ^^ nanti akan lebih hati-hati lagi kalau sharing

 
 
Posted on MP: 2 Jun 2010
 
 

0 comments:

Post a Comment